Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERAN KEPALA SUKU DALAM MENGANTISIPASI KONFLIK SOSIAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN JAYAWIJAYA / PARAGAYE, YUAN LAORENS
Pengarang PARAGAYE, YUAN LAORENS
Gasper Liauw
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14 :Ilus
Subjek Sosialisasi Politik
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, masih menghadapi potensi konflik sosial yang cukup tinggi. Meskipun terdapat sistem pemilihan berbasis kearifan lokal yaitu sistem noken yang dipimpin oleh kepala suku, konflik horizontal antar pendukung, kekerasan, dan aksi massa masih kerap terjadi. Peran kepala suku sebagai pemimpin informal yang dihormati di masyarakat adat belum sepenuhnya terintegrasi secara optimal dalam upaya mitigasi konflik sosial selama Pilkada. Padahal, kepala suku memiliki otoritas sosial dan budaya yang kuat untuk mengarahkan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala suku dalam mengantisipasi konflik sosial pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Jayawijaya Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena dinilai paling tepat untuk menggali secara mendalam makna, peran, dan dinamika sosial yang dijalankan oleh kepala suku dalam konteks Pilkada di Kabupaten Jayawijaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposif, yaitu kepala suku, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, dan penyelenggara pemilu, karena mereka memiliki pengalaman langsung dan peran penting dalam proses demokrasi lokal. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola makna dalam narasi informan, serta dilengkapi dengan teknik triangulasi untuk meningkatkan validitas dan memastikan temuan yang dihasilkan mencerminkan kondisi riil di lapangan secara objektif dan kredibel. Hasil/Temuan: Penelitian ini menemukan bahwa kepala suku di Kabupaten Jayawijaya memiliki peran sentral dalam mengantisipasi konflik sosial selama pemilihan kepala daerah melalui empat fungsi utama, yaitu memberi arah sosialisasi politik, mewariskan nilai dan norma adat, mempererat solidaritas kelompok, serta melakukan pengendalian sosial. Kepala suku tidak hanya memahami norma adat dan sistem demokrasi lokal seperti noken, tetapi juga berperan sebagai penengah konflik dengan tetap menjaga netralitas. Kesimpulan: Peran kepala suku dalam mengantisipasi konflik sosial pada Pilkada di Kabupaten Jayawijaya tergolong strategis namun belum diberdayakan secara maksimal. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan lembaga adat untuk memperkuat posisi kepala suku dalam menjaga stabilitas sosial selama proses demokrasi berlangsung. Kata Kunci: Kepala Suku, Konflik Sosial, Pilkada, Sistem Noken, Jayawijaya
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24840

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06998/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192590
005 20260127014228
035 # # $a 0010-0126001035
082 # # $a 306.209 598 816
084 # # $a 306.209 598 816 PAR p
100 0 # $a PARAGAYE, YUAN LAORENS
245 1 # $a PERAN KEPALA SUKU DALAM MENGANTISIPASI KONFLIK SOSIAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN JAYAWIJAYA /$c PARAGAYE, YUAN LAORENS
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, masih menghadapi potensi konflik sosial yang cukup tinggi. Meskipun terdapat sistem pemilihan berbasis kearifan lokal yaitu sistem noken yang dipimpin oleh kepala suku, konflik horizontal antar pendukung, kekerasan, dan aksi massa masih kerap terjadi. Peran kepala suku sebagai pemimpin informal yang dihormati di masyarakat adat belum sepenuhnya terintegrasi secara optimal dalam upaya mitigasi konflik sosial selama Pilkada. Padahal, kepala suku memiliki otoritas sosial dan budaya yang kuat untuk mengarahkan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala suku dalam mengantisipasi konflik sosial pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Jayawijaya Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena dinilai paling tepat untuk menggali secara mendalam makna, peran, dan dinamika sosial yang dijalankan oleh kepala suku dalam konteks Pilkada di Kabupaten Jayawijaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposif, yaitu kepala suku, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, dan penyelenggara pemilu, karena mereka memiliki pengalaman langsung dan peran penting dalam proses demokrasi lokal. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola makna dalam narasi informan, serta dilengkapi dengan teknik triangulasi untuk meningkatkan validitas dan memastikan temuan yang dihasilkan mencerminkan kondisi riil di lapangan secara objektif dan kredibel. Hasil/Temuan: Penelitian ini menemukan bahwa kepala suku di Kabupaten Jayawijaya memiliki peran sentral dalam mengantisipasi konflik sosial selama pemilihan kepala daerah melalui empat fungsi utama, yaitu memberi arah sosialisasi politik, mewariskan nilai dan norma adat, mempererat solidaritas kelompok, serta melakukan pengendalian sosial. Kepala suku tidak hanya memahami norma adat dan sistem demokrasi lokal seperti noken, tetapi juga berperan sebagai penengah konflik dengan tetap menjaga netralitas. Kesimpulan: Peran kepala suku dalam mengantisipasi konflik sosial pada Pilkada di Kabupaten Jayawijaya tergolong strategis namun belum diberdayakan secara maksimal. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan lembaga adat untuk memperkuat posisi kepala suku dalam menjaga stabilitas sosial selama proses demokrasi berlangsung. Kata Kunci: Kepala Suku, Konflik Sosial, Pilkada, Sistem Noken, Jayawijaya
650 # 4 $a Sosialisasi Politik
700 0 # $a Gasper Liauw
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24840
Content Unduh katalog