Cite This        Tampung        Export Record
Judul DETEKSI DAN CEGAH DINI DALAM PENCEGAHAN KONFLIK SOSIAL BERBASIS AGAMA OLEH BAKESBANGPOL KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT / Novita Lestari
Pengarang Novita Lestari
Lalu Satria Utama
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 18 :ilus
Subjek Penyelesaian konflik
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penanganan konflik sosial berbasis agama merupakan bagian dari upaya negara dalam menjaga stabilitas nasional, persatuan, serta ketertiban masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kewenangan untuk melakukan deteksi dan pencegahan dini juga dilimpahkan kepada pemerintah daerah melalui perangkat kelembagaan seperti Bakesbangpol. Bakesbangpol berperan penting dalam mendeteksi dan mencegah dini konflik sosial berbasis agama melalui koordinasi lintas sektor, pengutan FKDM, serta pemetaan wilayah rawan konflik terutama di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi konflik sosial berbasis agama karena penyebaran aliran Ahmadiyah (aliran sesat). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya deteksi dini dalam pencegahan konflik sosial berbasis agama serta hambatan yang dihadapi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lombok Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan deteksi dan cegah dini dalam mencegah konflik sosial berbasis agama oleh Bakesbangpol Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan melalui pemenuhan indikator pada dimensi peringatan dini dan respon cepat yang dilakukan dalam pelaksanaan deteksi dan cegah dini di daerah, namun terdapat faktor penghambat pada objek penelitian yaitu terbatasnya kemampuan intelijen, rendahnya kualitas SDM, dan kepedulian serta partisipasi masyarakat yang masih rendah terhadap upaya pencegahan konflik sosial berbasis agama. Kesimpulan: Pelaksanaan deteksi dan cegah dini Bakesbangpol Kabupaten Lombok Timur belum optimal pada dimensi peringatan dini sedangkan dimensi respon cepat telah dilaksanakan dengan cukup baik. Efektivitas kegiatan tersebut mengalami kendala seperti kurangnya pengetahuan tentang intelijen dan bagi anggota dan tidak adanya jadwal patroli dan pemantauan. Peneliti merekomendasikan pelatihan intelijen bagi anggota, pelaksanaan patroli rutin, serta sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan konflik sosial berbasis agama.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22403

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07462/IPDN/2025 303.695 986 51 NOV d Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195342
005 20260414092013
035 # # $a 0010-0426000487
082 # # $a 303.695 986 51
084 # # $a 303.695 986 51 NOV d
100 0 # $a Novita Lestari
245 1 # $a DETEKSI DAN CEGAH DINI DALAM PENCEGAHAN KONFLIK SOSIAL BERBASIS AGAMA OLEH BAKESBANGPOL KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /$c Novita Lestari
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 18 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penanganan konflik sosial berbasis agama merupakan bagian dari upaya negara dalam menjaga stabilitas nasional, persatuan, serta ketertiban masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kewenangan untuk melakukan deteksi dan pencegahan dini juga dilimpahkan kepada pemerintah daerah melalui perangkat kelembagaan seperti Bakesbangpol. Bakesbangpol berperan penting dalam mendeteksi dan mencegah dini konflik sosial berbasis agama melalui koordinasi lintas sektor, pengutan FKDM, serta pemetaan wilayah rawan konflik terutama di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi konflik sosial berbasis agama karena penyebaran aliran Ahmadiyah (aliran sesat). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya deteksi dini dalam pencegahan konflik sosial berbasis agama serta hambatan yang dihadapi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lombok Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan deteksi dan cegah dini dalam mencegah konflik sosial berbasis agama oleh Bakesbangpol Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan melalui pemenuhan indikator pada dimensi peringatan dini dan respon cepat yang dilakukan dalam pelaksanaan deteksi dan cegah dini di daerah, namun terdapat faktor penghambat pada objek penelitian yaitu terbatasnya kemampuan intelijen, rendahnya kualitas SDM, dan kepedulian serta partisipasi masyarakat yang masih rendah terhadap upaya pencegahan konflik sosial berbasis agama. Kesimpulan: Pelaksanaan deteksi dan cegah dini Bakesbangpol Kabupaten Lombok Timur belum optimal pada dimensi peringatan dini sedangkan dimensi respon cepat telah dilaksanakan dengan cukup baik. Efektivitas kegiatan tersebut mengalami kendala seperti kurangnya pengetahuan tentang intelijen dan bagi anggota dan tidak adanya jadwal patroli dan pemantauan. Peneliti merekomendasikan pelatihan intelijen bagi anggota, pelaksanaan patroli rutin, serta sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan konflik sosial berbasis agama.
650 # 4 $a Penyelesaian konflik
700 0 # $a Lalu Satria Utama
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22403
Content Unduh katalog