Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PILKADA TAHUN 2020 DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR / Muhammad Fajar Nurrohman Prihatono
Pengarang Muhammad Fajar Nurrohman Prihatono
Taslim Djafar
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 8
Subjek Partisipasi dalam Politik
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang media sosial sebagai media pendidikan politik bagi pemilih pemula dalam Pilkada Tahun 2020 di Kota Samarinda. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat serta upaya mengatasi hambatan dalam Partisipasi Pemilih Pemula pada Pemilihan Umum kepala daerah pada tahun 2020. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah selama pelaksanakan pilkada tahun 2020 Kota Samarinda Peran Media Sosial dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula pilkada tahun 2020 belum berjalan maksimal hal ini ditunjukan dari dimensi peran sebagai alat komunikasi yaitu adanya hambatan dalam sosialisasi karena adanya pandemi covid-19. dua tantangan terbesar bagi penyelenggara pada Pilkada Serentak Tahun 2020 pertama adalah menyelenggarakan pemilihan yang aman dan sehat, kedua, mendorong minat dan partisipasi pemilih agar tidak takut dan enggan datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Salah satu cara meningkatkan hubungan personal, yakni dengan cara penggunaan media sosial. Karena media memiliki kemampuan untuk memberi efek pengetahuan (kognisi) bahkan emosional dari pihak yang berkomunikasi. Kesimpulan: Pendidikan politik yang dimiliki oleh para pemilih pemula masih rendah dan perlu ditingkatkan lagi apalagi selama pemulihan pasca pandemi covid-19 ini. Dengan semakin baiknya pemahaman para pemilih pemula maka semakin baik pula tingkat kualitas Pemilu yang nanti akan diselenggarakan. Peran Media Sosial Dalam Pemilihan Walikota Samarinda Tahun 2020 diantaranya media sosial sebagai sarana dalam menyampaikan informasi, media sosial sebagai media pendidik politik bagi pemilih pemula dan media sosial sebagai sarana kampanye. Pemilih pemula dengan jumlah yang mendominasi dalam Warga Negara Indonesia jangan sampai menjadi sosok yang apatis dan tidak ikut serta dalam pemilihan umum. Namun pemilih harus diarahkan menjadi pemilih yang cerdas dan memilih berdasarkan visi dan misi, dalam buku panduan pemilih pemula disebutkan bahwa tujuan dari program sosialisasi politik ini yaitu karena kebutuhan akan diadakannya sosialisasi politik yang bersifat terus-menerus.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16089

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07167/IPDN/2023 323.042 598 383 1 MUH p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195509
005 20260417083420
035 # # $a 0010-0426000654
082 # # $a 323.042 598 383 1
084 # # $a 323.042 598 383 1 MUH p
100 0 # $a Muhammad Fajar Nurrohman Prihatono
245 1 # $a PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PILKADA TAHUN 2020 DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /$c Muhammad Fajar Nurrohman Prihatono
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 8
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang media sosial sebagai media pendidikan politik bagi pemilih pemula dalam Pilkada Tahun 2020 di Kota Samarinda. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat serta upaya mengatasi hambatan dalam Partisipasi Pemilih Pemula pada Pemilihan Umum kepala daerah pada tahun 2020. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah selama pelaksanakan pilkada tahun 2020 Kota Samarinda Peran Media Sosial dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula pilkada tahun 2020 belum berjalan maksimal hal ini ditunjukan dari dimensi peran sebagai alat komunikasi yaitu adanya hambatan dalam sosialisasi karena adanya pandemi covid-19. dua tantangan terbesar bagi penyelenggara pada Pilkada Serentak Tahun 2020 pertama adalah menyelenggarakan pemilihan yang aman dan sehat, kedua, mendorong minat dan partisipasi pemilih agar tidak takut dan enggan datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Salah satu cara meningkatkan hubungan personal, yakni dengan cara penggunaan media sosial. Karena media memiliki kemampuan untuk memberi efek pengetahuan (kognisi) bahkan emosional dari pihak yang berkomunikasi. Kesimpulan: Pendidikan politik yang dimiliki oleh para pemilih pemula masih rendah dan perlu ditingkatkan lagi apalagi selama pemulihan pasca pandemi covid-19 ini. Dengan semakin baiknya pemahaman para pemilih pemula maka semakin baik pula tingkat kualitas Pemilu yang nanti akan diselenggarakan. Peran Media Sosial Dalam Pemilihan Walikota Samarinda Tahun 2020 diantaranya media sosial sebagai sarana dalam menyampaikan informasi, media sosial sebagai media pendidik politik bagi pemilih pemula dan media sosial sebagai sarana kampanye. Pemilih pemula dengan jumlah yang mendominasi dalam Warga Negara Indonesia jangan sampai menjadi sosok yang apatis dan tidak ikut serta dalam pemilihan umum. Namun pemilih harus diarahkan menjadi pemilih yang cerdas dan memilih berdasarkan visi dan misi, dalam buku panduan pemilih pemula disebutkan bahwa tujuan dari program sosialisasi politik ini yaitu karena kebutuhan akan diadakannya sosialisasi politik yang bersifat terus-menerus.
650 # 4 $a Partisipasi dalam Politik
700 0 # $a Taslim Djafar
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16089
Content Unduh katalog