
| Judul | ANALISIS INOVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN / Muhammad Rofi |
| Pengarang | Muhammad Rofi Djonny Pabisa |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 16 :Ilus |
| Subjek | Administrasi Kependudukan di Kota |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keterbatasan manfaat dari IKD dalam mempercepat transaksi pelayanan publik, memerlukan integrasi sistem pada setiap pelayanan publik yang ada, dalam tahapan integrasi sistem ini terdapat tantangan yang berarti berupa perbedaan regulasi dari setiap pelayanan publik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan publik di Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, Dan teknik analisis data menggunakan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Adapun teori yang digunakan yakni teori Inovasi menurut Rogers. Hasil/Temuan: Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang maka mendapatkan hasil yakni inovasi IKD memiliki tingkat kemanan yang lebih baik daripada KTP-el, inovasi IKD sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Tangerang, dan inovasi IKD memiliki kesesuaian dengan budaya teknologi Kota Tangerang. Adapun kendala yang ditemukan yakni keterbatasan keuntungan relative, tingkat kerumitan yang tinggi, program ujicoba yang terbatas, dan Keterbatasan manfaat yang terlihat. Kesimpulan: Inovasi IKD dalam meningkatkan pelayanan publik di Kota Tangerang belum berjalan dengan baik dikarenakan dari 5 (lima) dimensi yang ada, hanya satu dimensi yang terpenuhi yaitu dimensi Kesesuaian (compability) dan terdapat empat dimensi yang belum tercapai untuk mendukung inovasi Identitas Kependudukan Digital dalam Meningkatkan pelayanan publik yaitu dimensi keuntungan relatif (relative advantage), kerumitan (complexity), kemungkinan dicoba (trialability), dan kemudahan diamati (observability). Kata Kunci: Inovasi, Identitas Kependudukan Digital, Pelayanan Publik. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20348 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07083/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192696 | ||
| 005 | 20260128114428 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001141 |
| 082 | # | # | $a 352.160 959 823 22 |
| 084 | # | # | $a 352.160 959 823 22 MUH a |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Rofi |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS INOVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN /$c Muhammad Rofi |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 16 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keterbatasan manfaat dari IKD dalam mempercepat transaksi pelayanan publik, memerlukan integrasi sistem pada setiap pelayanan publik yang ada, dalam tahapan integrasi sistem ini terdapat tantangan yang berarti berupa perbedaan regulasi dari setiap pelayanan publik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi Identitas Kependudukan Digital dalam pelayanan publik di Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, Dan teknik analisis data menggunakan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Adapun teori yang digunakan yakni teori Inovasi menurut Rogers. Hasil/Temuan: Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang maka mendapatkan hasil yakni inovasi IKD memiliki tingkat kemanan yang lebih baik daripada KTP-el, inovasi IKD sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Tangerang, dan inovasi IKD memiliki kesesuaian dengan budaya teknologi Kota Tangerang. Adapun kendala yang ditemukan yakni keterbatasan keuntungan relative, tingkat kerumitan yang tinggi, program ujicoba yang terbatas, dan Keterbatasan manfaat yang terlihat. Kesimpulan: Inovasi IKD dalam meningkatkan pelayanan publik di Kota Tangerang belum berjalan dengan baik dikarenakan dari 5 (lima) dimensi yang ada, hanya satu dimensi yang terpenuhi yaitu dimensi Kesesuaian (compability) dan terdapat empat dimensi yang belum tercapai untuk mendukung inovasi Identitas Kependudukan Digital dalam Meningkatkan pelayanan publik yaitu dimensi keuntungan relatif (relative advantage), kerumitan (complexity), kemungkinan dicoba (trialability), dan kemudahan diamati (observability). Kata Kunci: Inovasi, Identitas Kependudukan Digital, Pelayanan Publik. |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi Kependudukan di Kota |
| 700 | 0 | # | $a Djonny Pabisa |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20348 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :