
| Judul | KOMUNIKASI PERSUASIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN : - / Reza Saputra |
| Pengarang | Reza Saputra |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 9 hlm :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Pedagang Kaki Lima |
| Abstrak | Satuan Polisi Pamong Praja menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Tujuan utamanya adalah menciptakan ketertiban yang merupakan hak dari seluruh masyarakat. Namun, dalam menjalankan tugasnya, Satpol PP terkadang harus melakukan penertiban terhadap mereka yang melanggar aturan dengan terpaksa. Komunikasi persuasif dianggap sebagai alternatif untuk mengatasi situasi-situasi yang telah disebutkan sebelumnya. Komunikasi persuasif adalah upaya untuk memengaruhi pandangan, pendapat, dan tindakan orang lain, baik melalui kata-kata maupun tindakan yang tidak bersifat verbal. Tujuan: Fokus dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan komunikasi persuasif antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang berpatroli di lapangan dengan masyarakat, upaya yang dihadapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan komunikasi persuasif dalam penertiban pedagang kaki lima dan hambatan dalam melakukan komunikasi persuasif dengan pedagang kaki lima untuk melakukan penertiban. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. 2 Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Komunikasi Persuasif Satuan Polisi Pamong Praja dalam penertiban pedagang kaki lima untuk berargumen, daya tarik psikologis dan daya tarik kredibilitas seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang belum terlalu optimal dalam menangani suatu permasalahan. Kesimpulan: Perlu adanya pelatihan khusus dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Satuan Polisi Pamong Praja agar dapat melaksanakan penertiban yang lebih persuasif serta humanis. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16533 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00229/IPDN/2026 | 381.185 981 616 2 REZ k | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193041 | ||
| 005 | 20260203021144 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000125 |
| 082 | # | # | $a 381.185 981 616 2 |
| 084 | # | # | $a 381.185 981 616 2 REZ k |
| 100 | 0 | # | $a Reza Saputra |
| 245 | 1 | # | $a KOMUNIKASI PERSUASIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN : $b - /$c Reza Saputra |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 9 hlm : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Satuan Polisi Pamong Praja menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Tujuan utamanya adalah menciptakan ketertiban yang merupakan hak dari seluruh masyarakat. Namun, dalam menjalankan tugasnya, Satpol PP terkadang harus melakukan penertiban terhadap mereka yang melanggar aturan dengan terpaksa. Komunikasi persuasif dianggap sebagai alternatif untuk mengatasi situasi-situasi yang telah disebutkan sebelumnya. Komunikasi persuasif adalah upaya untuk memengaruhi pandangan, pendapat, dan tindakan orang lain, baik melalui kata-kata maupun tindakan yang tidak bersifat verbal. Tujuan: Fokus dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan komunikasi persuasif antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang berpatroli di lapangan dengan masyarakat, upaya yang dihadapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan komunikasi persuasif dalam penertiban pedagang kaki lima dan hambatan dalam melakukan komunikasi persuasif dengan pedagang kaki lima untuk melakukan penertiban. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. 2 Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Komunikasi Persuasif Satuan Polisi Pamong Praja dalam penertiban pedagang kaki lima untuk berargumen, daya tarik psikologis dan daya tarik kredibilitas seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang belum terlalu optimal dalam menangani suatu permasalahan. Kesimpulan: Perlu adanya pelatihan khusus dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Satuan Polisi Pamong Praja agar dapat melaksanakan penertiban yang lebih persuasif serta humanis. |
| 650 | # | 4 | $a Pedagang Kaki Lima |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16533 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :