
| Judul | UPAYA DINAS SOSIAL DALAM PEMBINAAN ANAK JALANAN DI KABUPATEN LABUHANBATU PROVINSI SUMATERA UTARA : - / Immanuel Hamonangan Marpaung |
| Pengarang | Immanuel Hamonangan Marpaung Tjut Syiariah |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 12 hlm :Ilus ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | anak jalanan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Negara Indonesia, sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terpadat keempat di dunia, menghadapi berbagai masalah sosial dan ekonomi yang mempengaruhi proses pembangunan. Salah satu dampaknya adalah peningkatan jumlah anak jalanan, yang umumnya menimbulkan masalah sosial yang signifikan. Meskipun terdapat upaya-upaya pembinaan dari Dinas Sosial, tantangan dalam mengatasi masalah ini di Kabupaten Labuhan Batu tetap besar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji serta mengetahui bagaimana upaya, mengetahui faktor penghambat, dan mengatasi faktor penghambat Dinas Sosial Kabupaten Labuhan Batu dalam memberikan pembinaan kepada anak jalanan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu belum berjalan dan terselenggara dengan baik dan maksimal. Ketebatasan anggaran dan jumlah pekerja sosial yang sangat minim adalah faktor utamanya. Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa Dinas Sosial melakukan pendataan langsung dan bekerja sama dengan Satpol PP untuk pemantauan anak jalanan sebagai upaya preventif. Dalam dimensi preservatif, mereka bekerja sama dengan yayasan panti asuhan untuk rehabilitasi mental dan fisik anak jalanan. Upaya kuratif melibatkan pelatihan seperti kursus menjahit dan komputer. Untuk dimensi adaptasi, Dinas Sosial dan Satpol-PP melaksanakan patroli razia untuk menjaga ketertiban umum. Penulis mengidentifikasi beberapa faktor penghambat pemberdayaan anak jalanan, seperti terbatasnya sumber daya manusia, alokasi anggaran, koordinasi, serta ekonomi dan partisipasi orang tua. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinas Sosial meningkatkan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi anggaran, penguatan koordinasi, serta sosialisasi kepada orang tua. Penulis menyarankan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk mengevaluasi dan meningkatkan anggaran, mendorong kepala dinas lebih aktif, serta mensosialisasikan pentingnya melindungi hak-hak anak jalanan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19886 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04750/IPDN/2024 | 362.735 981 261 IMM u | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193404 | ||
| 005 | 20260205023409 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000488 |
| 082 | # | # | $a 362.735 981 261 |
| 084 | # | # | $a 362.735 981 261 IMM u |
| 100 | 0 | # | $a Immanuel Hamonangan Marpaung |
| 245 | 1 | # | $a UPAYA DINAS SOSIAL DALAM PEMBINAAN ANAK JALANAN DI KABUPATEN LABUHANBATU PROVINSI SUMATERA UTARA : $b - /$c Immanuel Hamonangan Marpaung |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 12 hlm : $b Ilus ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Negara Indonesia, sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terpadat keempat di dunia, menghadapi berbagai masalah sosial dan ekonomi yang mempengaruhi proses pembangunan. Salah satu dampaknya adalah peningkatan jumlah anak jalanan, yang umumnya menimbulkan masalah sosial yang signifikan. Meskipun terdapat upaya-upaya pembinaan dari Dinas Sosial, tantangan dalam mengatasi masalah ini di Kabupaten Labuhan Batu tetap besar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji serta mengetahui bagaimana upaya, mengetahui faktor penghambat, dan mengatasi faktor penghambat Dinas Sosial Kabupaten Labuhan Batu dalam memberikan pembinaan kepada anak jalanan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu belum berjalan dan terselenggara dengan baik dan maksimal. Ketebatasan anggaran dan jumlah pekerja sosial yang sangat minim adalah faktor utamanya. Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa Dinas Sosial melakukan pendataan langsung dan bekerja sama dengan Satpol PP untuk pemantauan anak jalanan sebagai upaya preventif. Dalam dimensi preservatif, mereka bekerja sama dengan yayasan panti asuhan untuk rehabilitasi mental dan fisik anak jalanan. Upaya kuratif melibatkan pelatihan seperti kursus menjahit dan komputer. Untuk dimensi adaptasi, Dinas Sosial dan Satpol-PP melaksanakan patroli razia untuk menjaga ketertiban umum. Penulis mengidentifikasi beberapa faktor penghambat pemberdayaan anak jalanan, seperti terbatasnya sumber daya manusia, alokasi anggaran, koordinasi, serta ekonomi dan partisipasi orang tua. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinas Sosial meningkatkan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi anggaran, penguatan koordinasi, serta sosialisasi kepada orang tua. Penulis menyarankan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk mengevaluasi dan meningkatkan anggaran, mendorong kepala dinas lebih aktif, serta mensosialisasikan pentingnya melindungi hak-hak anak jalanan. |
| 650 | # | 4 | $a anak jalanan |
| 700 | 0 | # | $a Tjut Syiariah |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19886 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :