
| Judul | PENERTIBAN ANAK JALANAN OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR / Dendy Noer Alam |
| Pengarang | Dendy Noer Alam Dadang Supriatna |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 10 hlm :Ilust ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | anak Jalanan |
| Abstrak | Kota Balikpapan merupakan salah satu kota besar yang merupakan gerbang pintu masuk ke Provinsi Kalimantan Timur dan menjadi kota utama yang dipilih masyarakat sebagai tempat tinggal. Hal tersebut membuat urbanisasi di Kota Balikpapan tinggi dan berdampak pada semakin banyaknya anak jalanan yang ada di Kota Balikpapan. Meningkatnya jumlah anak jalanan menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Karena kehadirannya dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya tindakan penertiban dari pemerintah yaitu Satpol PP untuk mengatasi permasalahan ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan penertiban anak jalanan serta mengetahui apa saja kendala serta upaya yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Balikpapan dalam melaksanakan penertiban anak jalanan di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualtitatif dengan menggunakan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yakni melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan teori dari Retno Widjayanti yang meliputi; penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. Hasil: Dari hasil penelitian dapat diihat penertiban anak jalanan yang dilakukan belum dilakukan secara optimal karena adanya beberapa kendala seperti kurangnya sarana dan prasarana, kualitas SDM, ekonomi, dan keterbatasan anggaran. Beberapa upaya telah dilakukan seperti seperti kegiatan patroli rutin sebanyak 3 kali dalam sehari pada waktu pagi, siang dan malah hari. Kemudian memperbarui sistem pelaporan atau pengaduan sehingga dapat memperoleh informasi secara cepat tepat dan akurat. Serta meningkatkan standar kualitas mutu perekrutan anggota Satpol PP dan juga permintaan penambahan anggaran bagi Satpol PP Kota Balikpapan. Kesimpulan: Penertiban anak jalanan yang dilakukan belum dilakukan secara maksimal karena masih banyak ditemukan anak jalanan yang berkeliaran untuk melakukan aktivitas di jalanan yang disebabkan faktor internal dan eksternal. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17509 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04777/IPDN/2024 | 362.735 983 811 DEN p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193441 | ||
| 005 | 20260206084536 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000525 |
| 082 | # | # | $a 362.735 983 811 |
| 084 | # | # | $a 362.735 983 811 DEN p |
| 100 | 0 | # | $a Dendy Noer Alam |
| 245 | 1 | # | $a PENERTIBAN ANAK JALANAN OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /$c Dendy Noer Alam |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 10 hlm : $b Ilust ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Kota Balikpapan merupakan salah satu kota besar yang merupakan gerbang pintu masuk ke Provinsi Kalimantan Timur dan menjadi kota utama yang dipilih masyarakat sebagai tempat tinggal. Hal tersebut membuat urbanisasi di Kota Balikpapan tinggi dan berdampak pada semakin banyaknya anak jalanan yang ada di Kota Balikpapan. Meningkatnya jumlah anak jalanan menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Karena kehadirannya dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya tindakan penertiban dari pemerintah yaitu Satpol PP untuk mengatasi permasalahan ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan penertiban anak jalanan serta mengetahui apa saja kendala serta upaya yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Balikpapan dalam melaksanakan penertiban anak jalanan di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualtitatif dengan menggunakan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yakni melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan teori dari Retno Widjayanti yang meliputi; penertiban langsung dan penertiban tidak langsung. Hasil: Dari hasil penelitian dapat diihat penertiban anak jalanan yang dilakukan belum dilakukan secara optimal karena adanya beberapa kendala seperti kurangnya sarana dan prasarana, kualitas SDM, ekonomi, dan keterbatasan anggaran. Beberapa upaya telah dilakukan seperti seperti kegiatan patroli rutin sebanyak 3 kali dalam sehari pada waktu pagi, siang dan malah hari. Kemudian memperbarui sistem pelaporan atau pengaduan sehingga dapat memperoleh informasi secara cepat tepat dan akurat. Serta meningkatkan standar kualitas mutu perekrutan anggota Satpol PP dan juga permintaan penambahan anggaran bagi Satpol PP Kota Balikpapan. Kesimpulan: Penertiban anak jalanan yang dilakukan belum dilakukan secara maksimal karena masih banyak ditemukan anak jalanan yang berkeliaran untuk melakukan aktivitas di jalanan yang disebabkan faktor internal dan eksternal. |
| 650 | # | 4 | $a anak Jalanan |
| 700 | 0 | # | $a Dadang Supriatna |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17509 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :