
| Judul | IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN LANGSA BARO KOTA LANGSA PROVINSI ACEH / MUHAMMAD REZA DWIKUSMANA |
| Pengarang | MUHAMMAD REZA DWIKUSMANA |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 12 :ilus |
| Subjek | Permasalahan Sosial dan Layanan Sosial pada Umumnya |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Program Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB) merupakan satu dari beberapa program kependudukan yang dibuat oleh Presiden Republik Indonesia Ketujuh Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016. Program ini sendiri memiliki tujuan yaitu untuk menekan jumlah angka kelahiran pada keluarga terutama pada pasangan muda atau biasa dikatakan Pasangan Usia Subur (PUS) yang bisa memiliki peluang untuk mempunyai anak yang lebih dari dua. Berdasarkan hal tersebut penulis mengambil judul “IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN LANGSA BARO KOTA LANGSA PROVINSI ACEH”. Tujuan: Penelitian ini dalam penulisan bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian Program Kampung KB di Kecamatan Rejotangan, apa saja yang bisa menjadi penghambat dan penunjang jalannya Program Kampung KB, serta upaya apa saja yang dilakukan oleh pemerintah untuk menatasi hambatan pada proses pengimplementasian Program Kampung KB. Selanjutnya penulis ingin melihat apakah Kampung KB memiliki peran dan pengaruh yang signifikan dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Provinsi Aceh. Pada penelitian tentang Program Kampung KB ini penulis analisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dimana data-data tersebut diperoleh penulis dari lapangan dalam bentuk hasil observasi, hasil wawancara, dan hasil dokumentasi. Metode: Penulisan penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif dan dengan pendekatan induktif. Selanjutnya pada analisis implementasi kebijakan tersebut penulis memilih untuk menggunakan teori milik George Edward III. Temuan/Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari empat indikator implementasi sudah cukup baik dilihat dari dimensi Komunikasi, sumberdaya, Disposisi, Struktur organisasi. Namun, terdapat satu indikator yang belum tercapai yaitu fasilitas dan pegawai yang terdapat pada Sumberdaya . Kesimpulan: Kemudian dapat penulissimpulkan bahwa Implementasi Program Kampung KB dalam kaitannya untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Provinsi Aceh sudah berjalan cukup baik tetapi ada beberapa kekurangan terutama pada fasilitasserta petugas yang ada. Selain itu pada program ini tetap perlu adanya peningkatkan kerja samalintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12632 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06499/IPDN/2023 | 361.598 117 2 MUH i | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194750 | ||
| 005 | 20260316122236 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0326000197 |
| 082 | # | # | $a 361.598 117 2 |
| 084 | # | # | $a 361.598 117 2 MUH i |
| 100 | 0 | # | $a MUHAMMAD REZA DWIKUSMANA |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN LANGSA BARO KOTA LANGSA PROVINSI ACEH /$c MUHAMMAD REZA DWIKUSMANA |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 12 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Program Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB) merupakan satu dari beberapa program kependudukan yang dibuat oleh Presiden Republik Indonesia Ketujuh Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016. Program ini sendiri memiliki tujuan yaitu untuk menekan jumlah angka kelahiran pada keluarga terutama pada pasangan muda atau biasa dikatakan Pasangan Usia Subur (PUS) yang bisa memiliki peluang untuk mempunyai anak yang lebih dari dua. Berdasarkan hal tersebut penulis mengambil judul “IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN LANGSA BARO KOTA LANGSA PROVINSI ACEH”. Tujuan: Penelitian ini dalam penulisan bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian Program Kampung KB di Kecamatan Rejotangan, apa saja yang bisa menjadi penghambat dan penunjang jalannya Program Kampung KB, serta upaya apa saja yang dilakukan oleh pemerintah untuk menatasi hambatan pada proses pengimplementasian Program Kampung KB. Selanjutnya penulis ingin melihat apakah Kampung KB memiliki peran dan pengaruh yang signifikan dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Provinsi Aceh. Pada penelitian tentang Program Kampung KB ini penulis analisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dimana data-data tersebut diperoleh penulis dari lapangan dalam bentuk hasil observasi, hasil wawancara, dan hasil dokumentasi. Metode: Penulisan penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif dan dengan pendekatan induktif. Selanjutnya pada analisis implementasi kebijakan tersebut penulis memilih untuk menggunakan teori milik George Edward III. Temuan/Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari empat indikator implementasi sudah cukup baik dilihat dari dimensi Komunikasi, sumberdaya, Disposisi, Struktur organisasi. Namun, terdapat satu indikator yang belum tercapai yaitu fasilitas dan pegawai yang terdapat pada Sumberdaya . Kesimpulan: Kemudian dapat penulissimpulkan bahwa Implementasi Program Kampung KB dalam kaitannya untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Provinsi Aceh sudah berjalan cukup baik tetapi ada beberapa kekurangan terutama pada fasilitasserta petugas yang ada. Selain itu pada program ini tetap perlu adanya peningkatkan kerja samalintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat. |
| 650 | # | 4 | $a Permasalahan Sosial dan Layanan Sosial pada Umumnya |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12632 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :