
| Judul | SINERGI KEPALA DESA DAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA UMAKLARAN KECAMATAN TASIFETO TIMUR KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Yohana Irmina Dola |
| Pengarang | Yohana Irmina Dola Hari Nur Cahya Murni |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 11 |
| Subjek | Persediaan Air Bersih |
| Abstrak | Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ketersediaan air bersih yang belum merata di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Meskipun pemerintah pusat dan daerah telah mendorong pembangunan infrastruktur dasar, namun sinergi antara Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam merespons kebutuhan air bersih masih belum optimal. Hal ini terlihat dari belum adanya peraturan desa tentang air, keterbatasan infrastruktur, serta tantangan geografis dan iklim yang kering. Padahal, pemenuhan air bersih sangat penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah perdesaan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana bentuk sinergi antara Kepala Desa dan BPD dalam penyediaan air bersih di Desa Umaklaran serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat terwujudnya sinergi tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang, yang terdiri dari Kepala Desa, perangkat desa, anggota BPD, camat, direktur Perumda Air Minum, dan masyarakat pengguna prasarana air bersih. Penelitian ini menggunakan teori bersinergi menurut Sahban (2018), yang mencakup empat dimensi: berorientasi pada hasil dan positif, perspektif beragam yang saling melengkapi, kerja sama dengan tujuan yang sama dan kesepakatan, serta proses yang efektif dan berkelanjutan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara Kepala Desa dan BPD dalam penyediaan air bersih di Desa Umaklaran sudah cukup baik, terutama dalam aspek komunikasi dan kerja sama. Namun demikian, sinergi belum sepenuhnya optimal karena masih terkendala oleh kurangnya regulasi desa, keterbatasan koordinasi dengan pemerintah daerah, serta minimnya sarana prasarana air bersih di beberapa dusun. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi melalui penyusunan regulasi desa, evaluasi program secara berkala, dan peningkatan kolaborasi lintas sektor agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh. Kesimpulan: Sinergi yang terbangun antara Kepala Desa dan BPD memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan penyediaan air bersih di Desa Umaklaran. Namun untuk mencapai hasil yang lebih maksimal, dibutuhkan penguatan regulasi di tingkat desa, evaluasi program secara berkelanjutan, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kata Kunci: Sinergi, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Air Bersih, Pemerintahan Desa, Umaklaran. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21975 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07158/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192776 | ||
| 005 | 20260129083747 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001221 |
| 082 | # | # | $a 363.615 986 873 |
| 084 | # | # | $a 363.615 986 873 YOH s |
| 100 | 0 | # | $a Yohana Irmina Dola |
| 245 | 1 | # | $a SINERGI KEPALA DESA DAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA UMAKLARAN KECAMATAN TASIFETO TIMUR KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Yohana Irmina Dola |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 11 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ketersediaan air bersih yang belum merata di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Meskipun pemerintah pusat dan daerah telah mendorong pembangunan infrastruktur dasar, namun sinergi antara Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam merespons kebutuhan air bersih masih belum optimal. Hal ini terlihat dari belum adanya peraturan desa tentang air, keterbatasan infrastruktur, serta tantangan geografis dan iklim yang kering. Padahal, pemenuhan air bersih sangat penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah perdesaan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana bentuk sinergi antara Kepala Desa dan BPD dalam penyediaan air bersih di Desa Umaklaran serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat terwujudnya sinergi tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang, yang terdiri dari Kepala Desa, perangkat desa, anggota BPD, camat, direktur Perumda Air Minum, dan masyarakat pengguna prasarana air bersih. Penelitian ini menggunakan teori bersinergi menurut Sahban (2018), yang mencakup empat dimensi: berorientasi pada hasil dan positif, perspektif beragam yang saling melengkapi, kerja sama dengan tujuan yang sama dan kesepakatan, serta proses yang efektif dan berkelanjutan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara Kepala Desa dan BPD dalam penyediaan air bersih di Desa Umaklaran sudah cukup baik, terutama dalam aspek komunikasi dan kerja sama. Namun demikian, sinergi belum sepenuhnya optimal karena masih terkendala oleh kurangnya regulasi desa, keterbatasan koordinasi dengan pemerintah daerah, serta minimnya sarana prasarana air bersih di beberapa dusun. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi melalui penyusunan regulasi desa, evaluasi program secara berkala, dan peningkatan kolaborasi lintas sektor agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh. Kesimpulan: Sinergi yang terbangun antara Kepala Desa dan BPD memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan penyediaan air bersih di Desa Umaklaran. Namun untuk mencapai hasil yang lebih maksimal, dibutuhkan penguatan regulasi di tingkat desa, evaluasi program secara berkelanjutan, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kata Kunci: Sinergi, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Air Bersih, Pemerintahan Desa, Umaklaran. |
| 650 | # | 4 | $a Persediaan Air Bersih |
| 700 | 0 | # | $a Hari Nur Cahya Murni |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21975 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :