
| Judul | EFEKTIVITAS PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KAWASAN PASAR KERAMAT BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Ainaya Alfatihah |
| Pengarang | Ainaya Alfatihah Batubara, Yusi Eva |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 9 :ilus |
| Subjek | Pedagang |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan pedagang kaki lima yang berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berusaha untuk mengatasi permasalahan ini karena jika pelanggaran pedagang kaki lima meningkat, akan dapat menimbulkan sejumlah masalah yang harus dihadapi seperti terganggunya kenyamanan dan kelancaran lalu lintas serta mengganggu keindahan dan kebersihan tempat-tempat umum . Salah satu strategi yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi dari masalah yang dapat mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat adalah dengan melakukan penertiban. Penertiban pedagang kaki lima yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah salah satu upaya pemerintah yang bertujuan untuk menertibkan para pedagang kaki lima yang melanggar Peraturan Daerah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas Penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satuan Polisi Pamong Praja Di Kawasan Pasar Keramat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan, serta mengetahui faktor penghambat dan upaya yang dilakukan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mengumpulkan dan menganalisis data yang menggambarkan fakta di lapangan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, kesimpulan, dan verifikasi sangat relevan dengan penelitian ini. Hasil/Temuan: Hasil penelitian berdasarkan teori efektivitas oleh Duncan, yaitu: 1) Pencapaian Tujuan; 2) Integrasi; dan 3) Adaptasi menunjukkan bahwa efektivitas penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kawasan Pasar Keramat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan belum efektif dalam menertibkan pedagang kaki lima karena belum tercapainya target pengurangan pelanggaran dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya faktor yang menghambat pelaksanaan program ini. Kesimpulan: Penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kawasan Pasar Keramat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah belum berjalan efektif. Dikatakan belum efektif karena masih adanya hambatan-hambatan internal dan eksternal. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13722 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06784/IPDN/2023 | 352.455 983 632 AIN e | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195079 | ||
| 005 | 20260409080155 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000224 |
| 082 | # | # | $a 352.455 983 632 |
| 084 | # | # | $a 352.455 983 632 AIN e |
| 100 | 0 | # | $a Ainaya Alfatihah |
| 245 | 1 | # | $a EFEKTIVITAS PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KAWASAN PASAR KERAMAT BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Ainaya Alfatihah |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 9 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan pedagang kaki lima yang berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berusaha untuk mengatasi permasalahan ini karena jika pelanggaran pedagang kaki lima meningkat, akan dapat menimbulkan sejumlah masalah yang harus dihadapi seperti terganggunya kenyamanan dan kelancaran lalu lintas serta mengganggu keindahan dan kebersihan tempat-tempat umum . Salah satu strategi yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi dari masalah yang dapat mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat adalah dengan melakukan penertiban. Penertiban pedagang kaki lima yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah salah satu upaya pemerintah yang bertujuan untuk menertibkan para pedagang kaki lima yang melanggar Peraturan Daerah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas Penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satuan Polisi Pamong Praja Di Kawasan Pasar Keramat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan, serta mengetahui faktor penghambat dan upaya yang dilakukan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mengumpulkan dan menganalisis data yang menggambarkan fakta di lapangan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, kesimpulan, dan verifikasi sangat relevan dengan penelitian ini. Hasil/Temuan: Hasil penelitian berdasarkan teori efektivitas oleh Duncan, yaitu: 1) Pencapaian Tujuan; 2) Integrasi; dan 3) Adaptasi menunjukkan bahwa efektivitas penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kawasan Pasar Keramat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan belum efektif dalam menertibkan pedagang kaki lima karena belum tercapainya target pengurangan pelanggaran dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya faktor yang menghambat pelaksanaan program ini. Kesimpulan: Penertiban Pedagang Kaki Lima Oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kawasan Pasar Keramat Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah belum berjalan efektif. Dikatakan belum efektif karena masih adanya hambatan-hambatan internal dan eksternal. |
| 650 | # | 4 | $a Pedagang |
| 700 | 0 | # | $a Batubara, Yusi Eva |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13722 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :