Cite This        Tampung        Export Record
Judul ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KOTA SIBOLGA PROVINSI SUMATERA UTARA / Nurmaini Sari Lumbantobing
Pengarang Nurmaini Sari Lumbantobing
Restu Widyo Sasongko
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 12 :ilus
Subjek Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kota Sibolga masih belum dilakukan secara optimal sehingga perlu dilakukan Analisis Rasio Keuangan terhadap Pendapatan Asli Daerah untuk mengukur kemampuan keuangan daerah Kota Sibolga serta menganalisis faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui analisis kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan teori Mahmudi untuk mengukur tingkat kemandirian keuangan daerah dengan menggunakan empat dimensi, yaitu Rasio Derajat Desentralisasi, Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah dan Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan Metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitan menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah Kota Sibolga belum tergolong baik yang berdasarkan hasil perhitungan Rasio Derajat Desentralisasi yang kurang, Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah yang sangat tinggi, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah yang sangat rendah dan Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah yang efektif. Kesimpulan: Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kota Sibolga masih belum optimal dikarenakan terdapat hambatan yakni target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah yang masih rendah, potensi daerah yang belum dimamfaatkan secara optimal, serta tingginya tingkat ketergantungan Kota Sibolga terhadap dana transfer. Upaya yang dilakukan oleh Kota Sibolga adalah pengoptimalan pemanfaatan potensi daerah, pengembangan inovasi dalam proses perpajakan dan retribusi daerah serta meningkatkan sarana dan prasarana.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14422

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07050/IPDN/2023 352.485 981 245 NUR a Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195364
005 20260414095725
035 # # $a 0010-0426000509
082 # # $a 352.485 981 245
084 # # $a 352.485 981 245 NUR a
100 0 # $a Nurmaini Sari Lumbantobing
245 1 # $a ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KOTA SIBOLGA PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Nurmaini Sari Lumbantobing
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 12 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kota Sibolga masih belum dilakukan secara optimal sehingga perlu dilakukan Analisis Rasio Keuangan terhadap Pendapatan Asli Daerah untuk mengukur kemampuan keuangan daerah Kota Sibolga serta menganalisis faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui analisis kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan teori Mahmudi untuk mengukur tingkat kemandirian keuangan daerah dengan menggunakan empat dimensi, yaitu Rasio Derajat Desentralisasi, Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah dan Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan Metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitan menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah Kota Sibolga belum tergolong baik yang berdasarkan hasil perhitungan Rasio Derajat Desentralisasi yang kurang, Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah yang sangat tinggi, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah yang sangat rendah dan Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah yang efektif. Kesimpulan: Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kota Sibolga masih belum optimal dikarenakan terdapat hambatan yakni target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah yang masih rendah, potensi daerah yang belum dimamfaatkan secara optimal, serta tingginya tingkat ketergantungan Kota Sibolga terhadap dana transfer. Upaya yang dilakukan oleh Kota Sibolga adalah pengoptimalan pemanfaatan potensi daerah, pengembangan inovasi dalam proses perpajakan dan retribusi daerah serta meningkatkan sarana dan prasarana.
650 # 4 $a Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah
700 0 # $a Restu Widyo Sasongko
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14422
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
PENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIK : (Kajian Teoritik. Legalistik, dan Empirik) / RESTU WIDYO SASONGKO,S.Pd,M.Si PENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIK : ( KAJIAN TEORITIK, LEGALISTIK, DAN EMPIRIK ) / RESTU WIDYO SASONGKO, S.Pd., M.Si EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DALAM PENGANGGARAN PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR / Muhammad Octavian Noor OPTIMALISASI PENERIMAAN PAJAK DAERAH MELALUI APLIKASI CASHLESS PAYMENT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA / ANJELICA JESICA HANNA WAURAN OPTIMALISASI PENERIMAAN PAJAK DAERAH MELALUI APLIKASI CASHLESS PAYMENT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA / ANJELICA JESICA HANNA WAURAN Show More