
| Judul | MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) SEBAGAI INOVASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR / Dhea Akmal Yon Daryono |
| Pengarang | Dhea Akmal Yon Daryono Roslianah |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 18 |
| Subjek | Mal pelayanan publik |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pacitan sebelum adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) menghadapi berbagai permasalahan mendasar, seperti birokrasi berbelit-belit, prosedur pelayanan yang panjang, biaya tidak transparan, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Dampaknya, masyarakat sering harus mendatangi banyak kantor, menghabiskan waktu dan biaya lebih, serta merasa kebingungan dengan alur pelayanan yang tidak seragam. Kondisi ini memicu rendahnya tingkat kepuasan masyarakat, sebagaimana tercermin pada skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pacitan yang masih di bawah target nasional sebelum MPP diterapkan. Masalah ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inovasi pelayanan publik yang terintegrasi dan berbasis teknologi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai inovasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Kabupaten Pacitan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam mengenai proses implementasi MPP, hambatan yang dihadapi, dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan inovasi tersebut Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara dilakukan dengan tujuh informan melalui purposive sampling, yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pacitan, Sekretaris DPMPTSP, dua petugas pelayanan MPP, serta tiga pengguna layanan yang mewakili masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan lima dimensi Teori Inovasi Roger : produk/layanan, proses, metode, kebijakan, dan sistem. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa MPP telah meningkatkan kualitas pelayanan melalui integrasi layanan satu atap dan transformasi digital (seperti OSS dan SICANTIK). Inovasi ini memenuhi kelima dimensi inovasi, menghasilkan pelayanan yang lebih efisien, mudah diakses, dan transparan. Keberhasilan ini tercermin dalam peningkatan jumlah izin terbit, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dan Indeks Profesionalitas Aparatur (IPA) tahun 2024. Faktor pendukungnya meliputi komitmen kuat pemerintah daerah, integrasi layanan, pemanfaatan teknologi digital, dan SDM profesional. Faktor penghambatnya meliputi keterbatasan keahlian digital, integrasi sistem yang belum sempurna, infrastruktur teknologi yang belum optimal, serta tingkat literasi digital masyarakat yang masih rendah. Kesimpulan: Implementasi MPP di Kabupaten Pacitan berhasil menjadi inovasi pelayanan publik yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan melalui integrasi layanan dan transformasi digital. Namun, diperlukan perbaikan berkelanjutan, terutama dalam aspek teknologi dan adaptasi masyarakat. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24752 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07522/IPDN/2025 | 352.385 982 8 DHE m | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195622 | ||
| 005 | 20260417121031 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000767 |
| 082 | # | # | $a 352.385 982 8 |
| 084 | # | # | $a 352.385 982 8 DHE m |
| 100 | 0 | # | $a Dhea Akmal Yon Daryono |
| 245 | 1 | # | $a MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) SEBAGAI INOVASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR /$c Dhea Akmal Yon Daryono |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 18 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pacitan sebelum adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) menghadapi berbagai permasalahan mendasar, seperti birokrasi berbelit-belit, prosedur pelayanan yang panjang, biaya tidak transparan, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Dampaknya, masyarakat sering harus mendatangi banyak kantor, menghabiskan waktu dan biaya lebih, serta merasa kebingungan dengan alur pelayanan yang tidak seragam. Kondisi ini memicu rendahnya tingkat kepuasan masyarakat, sebagaimana tercermin pada skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pacitan yang masih di bawah target nasional sebelum MPP diterapkan. Masalah ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inovasi pelayanan publik yang terintegrasi dan berbasis teknologi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai inovasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Kabupaten Pacitan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam mengenai proses implementasi MPP, hambatan yang dihadapi, dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan inovasi tersebut Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara dilakukan dengan tujuh informan melalui purposive sampling, yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pacitan, Sekretaris DPMPTSP, dua petugas pelayanan MPP, serta tiga pengguna layanan yang mewakili masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan lima dimensi Teori Inovasi Roger : produk/layanan, proses, metode, kebijakan, dan sistem. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa MPP telah meningkatkan kualitas pelayanan melalui integrasi layanan satu atap dan transformasi digital (seperti OSS dan SICANTIK). Inovasi ini memenuhi kelima dimensi inovasi, menghasilkan pelayanan yang lebih efisien, mudah diakses, dan transparan. Keberhasilan ini tercermin dalam peningkatan jumlah izin terbit, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dan Indeks Profesionalitas Aparatur (IPA) tahun 2024. Faktor pendukungnya meliputi komitmen kuat pemerintah daerah, integrasi layanan, pemanfaatan teknologi digital, dan SDM profesional. Faktor penghambatnya meliputi keterbatasan keahlian digital, integrasi sistem yang belum sempurna, infrastruktur teknologi yang belum optimal, serta tingkat literasi digital masyarakat yang masih rendah. Kesimpulan: Implementasi MPP di Kabupaten Pacitan berhasil menjadi inovasi pelayanan publik yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan melalui integrasi layanan dan transformasi digital. Namun, diperlukan perbaikan berkelanjutan, terutama dalam aspek teknologi dan adaptasi masyarakat. |
| 650 | # | 4 | $a Mal pelayanan publik |
| 700 | 0 | # | $a Roslianah |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24752 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :